Notification

×

Iklan

Iklan

www.domainesia.com

Cek Mad: Mari Divaksin untuk Kemaslahatan Bersama…!

14 Jun 2021 | 23:55 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-11T14:46:58Z

Mendukung program nasional untuk menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Aceh Utara, pasangan Bupati H Muhammad Thaib dan Wakil Bupati Fauzi Yusuf telah menyiapkan vaksin Sinovac untuk kegiatan vaksinasi massal.

Kegiatan vaksinasi massal ini guna menindaklanjuti Peraturan Presiden melalui Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), serta arahan Presiden melalui Panglima TNI dan Kapolri, juga adanya Instruksi Gubernur Aceh.

Vaksinasi massal itu dilakukan agar dapat menekan laju angka terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah berjuluk Bumi Pasai ini, di mana saat ini (awal Juni 2021) berjumlah 366 orang positif. Angka ini berdasarkan data yang dirilis oleh Aceh Tanggap Covid-19.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menghadiri kegiatan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 dalam rangka pencanangan vaksinasi di RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 10 Februari 2021.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara baru-baru ini telah mengeluarkan laporan hasil sementara realisasi vaksinasi per tanggal 8 Juni 2021 dengan total penduduk yang telah diberikan vaksin sebanyak 951 orang. Mereka terdiri dari guru, PNS dan non PNS 495 orang, perangkat desa sebanyak 91 orang, masyarakat umum 292 orang, serta untuk Lansia berjumlah 35 orang.

Realisasi sementara yang dikeluarkan oleh Dinkes tersebut, terhitung sejak hari pertama vaksinasi massal pada Rabu (3 Juni) hingga Senin (7 Juni) 2021, sesuai jadwal yang tercantum dalam Instruksi Gubernur Aceh.

Data laporan sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Tanggal 8 Juni 2021.

Selanjutnya, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meminta Dinas Kesehatan supaya melaksanakan vaksinasi massal secara lebih luas di setiap Puskesmas mulai tanggal 10 s/d 30 Juni 2021. Dari situ diharapkan selama Juni pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat menjangkau jumlah penduduk yang lebih maksimal, apalagi vaksin Sinovac produksi Biofarma sudah tersedia stok yang memadai.

Bupati H Muhammad Thaib mengatakan vaksinasi itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Kita harus ikuti aturan pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian virus Covid-19. Jangan takut divaksin, vaksin itu sendiri halal dan aman dan sudah difatwa oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Mari divaksin untuk kemaslahatan bersama,” ajaknya.

Disebutkan, kegiatan vaksinasi itu tanpa paksaan kepada masyarakat dan bagi yang ingin divaksin maka dapat langsung mendatangi Puskesmas masing-masing yang tersebar dalam wilayah Aceh Utara. “Untuk vaksin telah disiapkan 5.040 dosis selama lima hari, kalau tidak cukup maka Dinas Kesehatan Aceh Utara dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh terkait kebutuhan vaksin tersebut,” kata Cek Mad, sapaan akrab Bupati.

Lebih lanjut, Cek Mad mengimbau masyarakat dari 852 Gampong di 27 Kecamatan di daerah ini, agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, yakni dengan memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan cek suhu tubuh, serta kalau sakit segera periksa ke Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Aceh Utara.

Bupati juga meminta kepada ASN di jajaran Pemkab Aceh Utara hendaknya menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan Prokes Covid-19. Bukan hanya Prokes di lingkungan kerja, akan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. “Mari selalu kita doakan semoga ASN, tenaga honorer, tenaga kontrak, aparatur gampong dan masyarakat Aceh Utara terbebas dari penyakit Covid-19,” ajak Cek Mad.

Laporan resmi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemerintah Aceh menjelaskan, akumulasi kasus Covid-19 di Aceh, per 2 Juni 2021, telah mencapai 15.420 kasus/orang. Dengan rincian, para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak 11.891 orang. Penderita yang sedang dirawat 2.750 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 599 orang.

Data akumulatif kasus probable sebanyak 789 orang, meliputi 688 orang sudah selesai isolasi, 23 orang isolasi di rumah sakit, dan 78 orang meninggal dunia. Kasus probable yaitu kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.443 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.161 orang, sedang isolasi di rumah 209 orang, dan 73 orang sedang isolasi di rumah sakit.

(ADV)

×
Berita Terbaru Update