masukkan script iklan disini
![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, S.STP..foto.dok//Rumohacehnews |
Lhokseumawe —15 April 2026-- Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, S.STP., mewakili Sekretaris Daerah menghadiri lokakarya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan graduasi yang digelar di Oproom Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (15/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Memphis-PGA (Make Extreme Poverty History through Poor Graduation Approach), yang bertujuan mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan.
Lokakarya tersebut diinisiasi oleh Baitul Mal Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan internasional Islamic Relief. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga mitra pembangunan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Mirdha Ihsan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik pelaksanaan program berbasis pendekatan graduasi sebagai salah satu strategi inovatif dalam mengentaskan kemiskinan.
“Pendekatan graduasi tidak hanya fokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin melalui pendampingan yang terstruktur. Ini menjadi langkah penting dalam memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan kemiskinan yang bersifat multidimensional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi kemanusiaan menjadi kunci utama dalam menciptakan dampak yang signifikan.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara menyebutkan bahwa program Memphis-PGA dirancang untuk mengintegrasikan berbagai intervensi, seperti bantuan sosial, peningkatan kapasitas, hingga akses terhadap sumber penghidupan yang layak bagi kelompok masyarakat rentan.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi pendampingan serta validitas data penerima manfaat. Evaluasi berkala juga dinilai penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kemiskinan.
Melalui lokakarya ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi serta komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan pendekatan graduasi sebagai solusi jangka panjang dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Lhokseumawe.



