Iklan

Saidul Qausar dan Mud Maina Dinobatkan sebagai Agam–Inong Aceh Utara 2026, Disertai Harapan dan Tantangan Promosi Wisata

Syahrial
Senin, 04 Mei 2026 | 09:18 WIB Last Updated 2026-05-04T02:19:26Z


Saidul Qausar dan Mud Maina Dinobatkan sebagai Agam–Inong Aceh Utara 2026,     foto.dok.Rumohacehnews.

Aceh Utara--Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kembali menggelar ajang pemilihan duta wisata Agam–Inong tahun 2026. Pada malam Grand Final yang berlangsung di Aula Setdakab, Sabtu (2/5/2026), Saidul Qausar dan Mud Maina resmi dinobatkan sebagai Agam dan Inong Aceh Utara setelah melalui rangkaian seleksi dan penilaian.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta keluarga finalis. Acara berlangsung meriah namun tetap dalam suasana tertib dan khidmat.

Mewakili Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar, Umar Ali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Agam–Inong merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berperan sebagai duta promosi daerah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan aspek kemampuan intelektual, penampilan, dan perilaku (3B: Brain, Beauty, Behavior).

“Peran Agam dan Inong tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga menjadi representasi daerah dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.

Di sisi lain, Plh Kepala Disporapar Aceh Utara, Nurlaila, menjelaskan bahwa seluruh finalis telah melalui tahapan seleksi dan pembekalan, termasuk karantina. Ia berharap para pemenang mampu berkontribusi nyata dalam mendorong promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

Pemilihan tahun ini mengusung tema “Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat,” yang mencerminkan semangat pemulihan sektor pariwisata daerah pasca berbagai tantangan global dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa keberhasilan program duta wisata tidak hanya ditentukan oleh seremoni pemilihan, tetapi juga konsistensi pembinaan dan program kerja setelah penobatan. Pengamat pariwisata lokal menyoroti pentingnya dukungan anggaran, strategi promosi digital, serta kolaborasi dengan pelaku usaha dan komunitas kreatif agar peran Agam–Inong lebih berdampak.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara promosi modern dengan nilai-nilai budaya dan syariat yang menjadi identitas Aceh.

Penobatan Saidul Qausar dan Mud Maina diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga langkah awal dalam memperkuat promosi wisata Aceh Utara secara berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program ini agar memberi dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat lokal.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Saidul Qausar dan Mud Maina Dinobatkan sebagai Agam–Inong Aceh Utara 2026, Disertai Harapan dan Tantangan Promosi Wisata

Trending Now

Iklan