Iklan

Tutup Milad Ke-800 Samudera Pasai, Wagub Aceh Tekankan Penyaluran Bantuan Korban Bencana

Syahrial
Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB Last Updated 2026-09-14T02:40:56Z
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan sambutan pada malam penutupan Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).foto.dok.rumohacehnews.


ACEH UTARA – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., atau akrab disapa Dek Fadh, secara resmi menutup rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai dalam malam puncak Piasan Pase 2026 di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Minggu (13/9/2026) malam.

Malam penutupan tersebut dirangkai dengan pembagian hadiah perlombaan, penganugerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh Aceh Utara, penyerahan bantuan Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta pertunjukan hiburan.

Acara diawali dengan jamuan makan malam, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Panitia juga menayangkan video dokumentasi yang merangkum perjalanan peringatan delapan abad Samudera Pasai.

Dalam sambutannya, Fadhlullah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara. Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 130 ribu kepala keluarga telah melalui proses verifikasi dan harus dipastikan memperoleh hak sesuai kategori bantuan yang ditetapkan pemerintah.

Bantuan tersebut, kata dia, mencakup dukungan perabotan rumah tangga, pemulihan ekonomi, dan kebutuhan hidup selama masa pemulihan. Total anggaran yang diperlukan untuk penanganan tersebut disebut mencapai hampir Rp1,7 triliun.

“Seluruh bantuan bencana harus dipastikan diterima dan sampai ke tangan korban. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan harus dikawal oleh kepala daerah bersama seluruh unsur terkait,” tegas Fadhlullah.

Wakil Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terus memperkuat pendataan dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Warga yang telah terverifikasi tetapi belum menerima bantuan diminta melapor melalui jalur resmi agar dapat segera ditangani.

Ia menyatakan Pemerintah Aceh bersama Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau Ayah Wa, akan memperjuangkan hak masyarakat terdampak bencana kepada pemerintah pusat.

Menurut Fadhlullah, kehadiran perwakilan Kementerian Sosial RI pada malam penutupan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penyelesaian penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara.

Wakil Gubernur juga menyampaikan salam Menteri Sosial kepada masyarakat Aceh Utara. Menteri Sosial sebelumnya dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, tetapi menunda kunjungan karena harus meresmikan Sekolah Rakyat di Makassar.

“Insyaallah, Menteri Sosial berjanji pada kesempatan lain akan hadir dan menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat Aceh Utara,” ujarnya.

Fadhlullah menilai Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah warga terdampak bencana cukup besar. Karena itu, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi harus berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, transparan, serta diawasi bersama.

Selain menyoroti pemulihan pascabencana, Wakil Gubernur mengajak masyarakat menjadikan peringatan delapan abad Samudera Pasai sebagai momentum memperkuat pembangunan yang berlandaskan syariat Islam, adat, dan budaya Aceh.

“Kemajuan ekonomi harus berjalan bersama dengan penguatan nilai agama. Pembangunan harus tetap berakar pada adat dan budaya, sedangkan kemajuan teknologi harus diiringi dengan akhlak,” katanya.


Ia mengakui perjalanan panjang Aceh Utara tidak selalu mudah. Musibah banjir yang baru dilalui, menurutnya, menjadi pengingat agar pembangunan daerah dirancang lebih tangguh, berkelanjutan, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Piasan Pase 2026 telah berlangsung sejak 7 hingga 13 September 2026. Selama sepekan, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan sejarah, keagamaan, sosial, budaya, seni, perlombaan, pameran UMKM, dan promosi potensi daerah.

Malam puncak juga diisi pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan serta penghargaan bagi tokoh-tokoh yang dinilai berjasa dan berkontribusi terhadap pembangunan Aceh Utara. Pertunjukan grup band Apache turut menjadi bagian dari agenda hiburan penutupan.

Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Fadhlullah menutup secara resmi seluruh rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai. Ia berharap semangat kejayaan Samudera Pasai terus hidup dan menjadi energi untuk mewujudkan Aceh Utara yang maju, sejahtera, damai, dan bermartabat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tutup Milad Ke-800 Samudera Pasai, Wagub Aceh Tekankan Penyaluran Bantuan Korban Bencana

Trending Now

Iklan