Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

www.domainesia.com

Indeks Berita

Insentif Nakes Tahun 2020 di RSUD Aceh Tamiang Belum Dibayar

29 Jul 2021 | 15:24 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-05T02:49:21Z
Gambar Ilustrasi

Rumohacehnews.com, Aceh Tamiang – Insentif tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Aceh Tamiang tahun 2020 belum dibayar hingga saat ini. Mirisnya, informasi yang kami terima, insentif di tahun 2021 sudah selesai dibayar semua nya, kenapa yang di tahun 2020 belum dibayar, Rabu (28/7/2021).

Salah satu tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19 yang bertugas di ruang pinere saat itu Andika akrab disapa dengan sebutan bobi bercerita, bahwa dirinya sejak menerima SK Bupati Aceh Tamiang dengan nomor 257.7 tahun 2020 tentang penempatan tempat tugas relawan covid-19 di lingkungan rumah sakit umum daerah kabupaten aceh tamiang yang ditanda tangani oleh kepala RSUD dan bupati belum menerima honor.

“Bulan oktober hingga bulan desember tahun 2020 saya sama sekali belum menerima honor speser pun bang,” kata bobi.

Sebelumnya saya pernah mencoba untuk menanyakan perihal tersebut ke kasie keperawatan, namun saya belum mendapatkan jawaban yang pasti kapan insentif itu akan dibayar, hal tersebut saya tanyakan pada bulan maret kemarin bang, terangnya.

Hanya ibuk itu bilang melalui pesan whatsapp, “belum masuk lagi aprahannya, kalau dah dibuat insha allah keluar,” kata bobi kepada wartawan rumohaceh.

Selanjutnya, Informasi yang berhasil kami dapatkan menurut laporan yang dikeluarkan Bupati Aceh Tamiang nomor 257.7 tahun 2020 yaitu, ada 20 orang tenaga relawan covid-19 yang bertugas di lingkungan RSUD Aceh Tamiang, yakni, 2 orang tenaga dokter, 13 orang tenaga perawat dan 5 orang tenaga bidan, baik itu pegawai negeri, honorer serta anak bakti.

Laporan tertanggal 01 Oktober 2020 juga menyebutkan, besaran honorarium relawan covid-19 di lingkungan RSUD Aceh Tamiang perorang dan perbulan pada tahun 2020 sebesar, untuk tenaga Dokter sebesar 4 juta rupiah perorang perbulan, perawat sebesar 2 juta rupiah perorang perbulan dan terakhir tenaga bidan yang juga sebesar 2 juta rupiah perorang perbulan yang belum dibayar dengan total jumlah tenaga relawan Covid-19 pada tahun 2020 berjumlah 20 orang.

Menanggapi hal tersebut, kepala RSUD Aceh Tamiang dr. Andika Putra Sa, Sp. PD yang juga berprofesi sebagai Dokter Penyakit Dalam membenarkan tentang belum dibayarnya honorarium petugas relawan Covid-19 tersebut.

dr. Andika Putra kepada wartawan rumohaceh, Kamis (29/7/2021) di ruang kerjanya menjelaskan, saat ini persoalan insentif petugas medis relawan yang belum dibayarkan pada tahun 2020 sudah kami bahas, kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan selanjutkan nanti pada saat zoom meeting dengan kementerian kesehatan di jakarta, akan kita sampaikan honorarium petugas medis Covid-19 di lingkungan RSUD Aceh Tamiang yang belum dibayarkan.

“Honorarium Covid-19 tahun 2020 pasti dibayarkan, wajib dibayarkan, gak bisa enggak, ponggak nanti ada sanksinya, jadi intinya pemda pasti akan bayar,” kata dr. Andika.

Selain RSUD Aceh Tamiang, dalam zoom meeting bersama kementerian kesehatan. RSUD Kota Langsa, RSUD Aceh Timur juga ikut, sehingga memang untuk honorarium pasti akan dibayarkan, dan setahu saya, akan kita ajukan melalui dana alokasi umum (DAU), jelasnya.

dr. Andika Putra juga menambahkan, Dari awal semenjak pandemi Covid-19 ini terjadi, saya sudah mengajak kawan-kawan, ayo kita bekerja hanya mencari ridho nya Allah, “Innamal A’malu Binniyat” yang artinya sesungguhnya amal tergantung dengan niat.

“Jadi kalau niat kita hanya mencari insentif maka di akhirat nanti kita gak bakal akan dapat lagi keberkahan, ikhlas aja kita bekerja, kalau dapat ya alhamdulillah kalau tidak ya udah, kita bekerja la dengan ikhlas.”

Sekali lagi saya sampaikan, bahwa untuk honorarium tahun 2020 yang belum dibayar, pemda aceh tamiang pasti akan bayar secepatnya, jadi teman-teman harus sabar, pesan dr. Andika Putra di ruang kerjanya.

Penulis: Dedi Muliyadi
×
Berita Terbaru Update