Notification

×

Iklan

Iklan

www.domainesia.com

PYM Wali Nanggroe Silahturahmi Bersama Pemangku Adat Aceh Tamiang

26 Agu 2022 | 22:46 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-11T15:21:58Z


Aceh Tamiang – Usai membuka Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Perangkat Lembaga Wali Nanggroe dalam Persamaan Persepsi terkait Pemberian Gelar Kehormatan dan Anugerah, Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia (PYM) Teungku Malik Mahmud Al Haytar didampingi Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn melakukan silahturahmi bersama anggota MAA, para Mukim, Datok serta Tokoh Adat Aceh Tamiang di Aula Pucok Suloh Sekretariat MAA, Kamis (25/8/2022).

Dalam hal ini, PYM Malik Mahmud mengatakan Aceh sungguh sangat kaya akan budaya. Hal ini menjadi tugas para lembaga adat untuk mengumpulkan seluruh Budaya.

“Kita harus mengumpulkan budaya-budaya kita. Semua itu kemudian kita bukukan”, kata PYM Malik Mahmud.

Ia turut menjelaskan beberapa budaya yang wajib diketahui masyarakat, termasuk silsilah raja-raja.

Selain adat, PYM Malik juga mengajak seluruh hadirin untuk melestarikan hutan dan satwa di Aceh ini melalui adanya peraturan yang disepakati bersama oleh perangkat kampung.

Kepala Sekretariat MAA Aceh Tamiang, M.Fajar dalam penyambutannya menerangkan bahwa dalam memeriahkan HUT RI ke-77, beberapa Kampung telah mengikuti lomba penyusunan Qanun Kampung. Qanun ini mendukung pelaksanaan peradilan kampung mengenai adat istiadat perkawinan, adat menerima tamu dan permasalahan-permasalahan sosial sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah disusun.

Adapun kampung yang berhasil memenangkan lomba tersebut yakni Kampung Tangsi Lama, Kec. Seruway sebagai Juara 1, Kampung Suka Makmur, Kec. Kejuruan Muda sebagai Juara 2 dan Kampung Jamur Labu, Kec. Seruway sebagai Juara 3.

Secara langsung PYM Malik Mahmud memberikan penghargaan kepada perwakilan ketiga kampung tersebut.

Terakhir, PYM Malik Mahmud meresmikan nama Aula Pucok Suloh yang berada di Sekretariat MAA Aceh Tamiang.

Nama Pucok Suloh sendiri diambil dari nama Raja Tamiang pertama tahun 1190 – 1256 M. Hal ini disampaikan oleh Tetua Adat Aceh Tamiang, Zaini.

×
Berita Terbaru Update