Notification

×

Iklan

Iklan

www.domainesia.com

Aceh Tamiang Tambah Pabrik Kelapa Sawit, Mursil: Sebagai Upaya Mengurangi Kemiskinan

15 Sep 2022 | 20:37 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-15T13:38:48Z




Aceh Tamiang, Rumohacehnews – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Bupati Mursil pada kamis dini hari (15/9) telah meresmikan Perusahaan baru yaitu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Bumi Tamiang Sentosa. Pabrik tersebut beralamat di Kampung Tebing Tinggi, Kecamatan Tenggulun, Kamis (15/9/2022).

Melalui laman resmi Pemkab Aceh Tamiang, Mursil mengatakan, kehadiran PKS PT. Bumi Tamiang Sentosa (BTS) merupakan cinderamata untuk Aceh Tamiang di akhir masa kepemimpinannya.

“Kehadiran PKS PT. BTS akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan secara signifikan akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tertampungnya tandan buah segar (TBS) milik petani,” kata Mursil.

Saat ini ketersediaan lahan perkebunan sawit di Aceh Tamiang sangat luas, akan tetapi jumlah PKS masih sangat terbatas. Dengan didirikannya Pabrik Kelapa Sawit ini, diharapkan mampu mengolah hasil produksi kebun sendiri (Tamiang) dan buah masyarakat untuk memperoleh minyak dan inti dengan cara yang paling efisien, jadi tandan buah segar tidak lagi dijual ke Sumut, ungkapnya.

“Ditambah lagi permintaan komoditas minyak CPO (crude palm oil) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” jelas Mursil.

Mursil menambahkan, kehadiran PT. BTS sebagai upaya mengurangi kemiskinan dan mendorong pemerataan perekonomian yang signifikan bagi daerah khususnya perdesaan yang ada di wilayah Kecamatan Tenggulun dan Kejuruan Muda, terangnya.

Diketahui, Industri sawit telah menopang sekitar 14% PDB, perkebunannya menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 41% penduduk Indonesia dan menjadi mata pencarian sekitar dua pertiga rumah tangga perdesaan.

Bupati Mursil mendorong pihak swasta untuk berinvestasi di Aceh Tamiang. Ia akan menjamin keamanan para investor. Mursil meminta kepada masyarakat untuk menjaga bersama keamanan dan keberadaan investasi ini.

Manager PKS PT. BTS Ngari Ika Ono juga menyampaikan, pabrik beroperasi dengan kapasitas produksi 30-45 ton per jam, sehingga akan banyak menyerap tenaga kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal sebanyak 85 orang karyawan.

“Dengan beroperasinya pabrik ini, diharapkan roda perekonomian dapat tumbuh dengan cepat. Kami juga berkomitmen akan menyalurkan investasi sosial dari dana CSR untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang,” tuturnya.

Peresmian pabrik ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Aceh Tamiang dan Perwakilan PT. BTS yang disaksikan seluruh undangan yang dilanjutkan dengan peninjauan pabrik pengolahan.

Dedi M
×
Berita Terbaru Update