Iklan

Kemnaker Salurkan Rp32,25 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Syahrial
22 April 2026 | 13:37 WIB Last Updated 2026-04-22T11:18:37Z

      

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.foto.dok/rumohacehnews

Aceh— 21 April 2026--Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan program Kemnaker Peduli senilai Rp32.252.643.000 untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di BBPVP Medan, Selasa (21/4).

Penyaluran bantuan ini disebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana, sekaligus mendorong pemulihan aktivitas ekonomi dan ketenagakerjaan di wilayah terdampak.

Yassierli menyampaikan empati atas musibah yang dialami masyarakat di kedua provinsi tersebut. Menurutnya, bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga.

“Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan dirancang untuk memberikan dampak langsung melalui peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Rincian Program Bantuan

Total anggaran Rp32,25 miliar tersebut dialokasikan ke dalam sejumlah program, antara lain:
Pelatihan vokasi bagi 4.516 peserta di Sumatera Utara dengan anggaran Rp16,53 miliar, serta 2.438 peserta di Aceh dengan anggaran Rp8,91 miliar. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja agar masyarakat dapat kembali bekerja atau membuka usaha mandiri.
Program padat karya sebanyak 40 paket senilai Rp4 miliar untuk menciptakan lapangan kerja sementara dan menggerakkan ekonomi lokal.
Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebanyak 400 paket bantuan senilai Rp2 miliar guna mendorong lahirnya usaha kecil baru.
Santunan pekerja terdampak bagi 28 orang kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih senilai Rp52,5 juta.
Dukungan wirausaha MPSI berupa pelatihan dan bantuan modal usaha senilai Rp750 juta untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil.
Pemulihan Jangka Menengah dan Panjang

Selain bantuan awal, Kemnaker melalui BBPVP di Medan dan Aceh juga menyiapkan program lanjutan untuk pemulihan jangka menengah dan panjang. Program tersebut mencakup pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana, peningkatan kewirausahaan, serta penguatan produktivitas tenaga kerja.

Yassierli menekankan bahwa proses pemulihan harus berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar mandiri secara ekonomi.

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara dan Aceh.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemnaker Salurkan Rp32,25 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Trending Now

Iklan

iklan