![]() |
| Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sawang..foto.dok/hum acut |
LHOKSUKON, 19 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sawang. Bantuan yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini disalurkan secara bertahap, dimulai pada Minggu (19/4), sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan tahap awal penyaluran menyasar dua desa, yakni Gampong Blang Reuling dan Gampong Lagang. Total sebanyak 396 kepala keluarga (KK) menerima bantuan, dengan rincian 246 KK di Blang Reuling dan 150 KK di Lagang.
Menurut Muntasir, bantuan difokuskan pada kategori kerusakan ringan dan sedang. Warga dengan rumah rusak ringan menerima Rp15 juta, sementara kerusakan sedang mendapat Rp30 juta. “Penyaluran ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi ekonomi dan hunian masyarakat terdampak,” ujarnya.
Proses penyerahan bantuan berlangsung di meunasah masing-masing desa dan dihadiri unsur pemerintah daerah, termasuk Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, serta perwakilan BNPB. Warga terlihat antusias menghadiri kegiatan tersebut, meski sebagian berharap proses pencairan dan realisasi perbaikan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Pemkab Aceh Utara menegaskan bahwa verifikasi data penerima dilakukan secara ketat oleh tim gabungan dari BNPB dan BPBD untuk meminimalkan potensi kesalahan. Muntasir menyebut proses tersebut dilakukan hingga larut malam guna memastikan kesesuaian data dengan kriteria yang ditetapkan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, disebut terus memantau jalannya penyaluran bantuan. Pemerintah daerah juga berkomitmen berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar desa-desa lain yang terdampak dapat segera menerima bantuan serupa sesuai tingkat kerusakan.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi menyambut baik bantuan tersebut, namun menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan agar tidak terjadi keterlambatan maupun ketidaktepatan sasaran. Pemerintah daerah memastikan mekanisme pengawasan akan terus diperkuat selama proses penyaluran berlangsung.
Dengan dimulainya tahap pertama ini, penyaluran bantuan untuk wilayah lain di Aceh Utara diharapkan segera menyusul, seiring rampungnya proses verifikasi dan validasi data penerima.


