Iklan

Potret Perempuan Tanguh Dari ujung sumatra: Dari Kakao hingga UMKM Inovatif

Syahrial
23 April 2026 | 09:48 WIB Last Updated 2026-04-23T08:57:26Z
Nurhasanah bersama belasan perempuan kepala rumah tangga lainnya mengikuti pelatihan dan pendampingan perawatan Kakao dari PHE NSO.  Saat ini, program yang kerap disebut Inong Balee sudah merestorasi empat hektar lahan kritis perkebunan kakao.foto.dok//PHE

Lhokseumawe - Peran perempuan sebagai kepala keluarga kian nyata di berbagai daerah. Di tengah perubahan sosial, stigma yang menempatkan perempuan sebatas pengurus rumah tangga mulai memudar. Namun, tantangan ekonomi tetap menjadi persoalan utama, sehingga upaya pemberdayaan dinilai perlu berjalan seiring dengan pengentasan kemiskinan, Kamis (23/4/2026).

Di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, sosok Nurhasanah menjadi gambaran ketangguhan tersebut. Perempuan lanjut usia ini setiap hari berjalan kaki menyusuri kebun kakao sejak pagi hingga petang demi menopang kehidupan keluarganya.

“Dulu kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan kualitasnya kurang baik,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.

Nurhasanah merupakan satu dari 19 perempuan kepala keluarga yang tergabung dalam kelompok “Inong Balee”. Mereka mendapat pelatihan melalui program pemberdayaan yang digagas Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO), berupa teknik budidaya dan peremajaan tanaman kakao.

Sebelum program berjalan, produktivitas kebun mereka terus menurun akibat usia tanaman yang tidak lagi produktif. Minimnya pengetahuan tentang kualitas hasil panen juga membuat nilai jual kakao rendah.

Kehidupan Nurhasanah tidak lepas dari masa sulit. Ia harus membesarkan anak seorang diri setelah suaminya meninggal dalam konflik di desanya. Untuk bertahan hidup, ia pernah bekerja sebagai buruh tani hingga memanggul batu di sungai.

“Saya lakukan apa saja agar anak tetap bisa makan,” katanya.

Melalui pelatihan yang diberikan, Nurhasanah dan kelompoknya kini mulai memahami praktik pertanian kakao yang baik. Program ini berhasil merehabilitasi sekitar empat hektare lahan kritis, menanam 600 bibit baru, serta meremajakan lebih dari 1.700 pohon kakao.

Dampaknya mulai terasa. Produktivitas meningkat dari rata-rata satu kilogram per pohon menjadi tiga hingga lima kilogram, dengan kualitas yang lebih baik dan nilai jual yang meningkat.

Inovasi UMKM: Dari Ikan Baronang Jadi Produk Bernilai


Semangat serupa juga terlihat di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sabariah bersama kelompok UMKM “Maju Bersama” mengembangkan olahan ikan baronang menjadi produk makanan bernilai ekonomi.

Sebelumnya, ikan baronang hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kini, melalui dukungan PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field yang berada di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, ikan tersebut diolah menjadi camilan bergizi serta makanan tambahan bagi balita.

“Program ini membantu kami memiliki keterampilan baru sekaligus menambah penghasilan,” ujar Sabariah.

Selain meningkatkan ekonomi keluarga, produk olahan tersebut juga berkontribusi dalam upaya menekan risiko stunting di masyarakat.

Saat ini, kelompok tersebut mampu memproduksi sekitar 400 kemasan per bulan dengan harga Rp15 ribu per kemasan, menghasilkan omzet hingga Rp6 juta setiap bulan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan


Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat.

“Dengan peningkatan ekonomi, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kisah Nurhasanah dan Sabariah menunjukkan bahwa perempuan kepala keluarga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Dengan dukungan pelatihan dan akses yang tepat, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberi dampak bagi komunitas di sekitarnya.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Potret Perempuan Tanguh Dari ujung sumatra: Dari Kakao hingga UMKM Inovatif

Trending Now

Iklan

iklan