Iklan

Aliansi Mahasiswa Unimal Gelar Mimbar Bebas “Indonesia Krisis”, Soroti Sejumlah Isu Nasional dan Daerah

Syahrial
Selasa, 23 Juni 2026 | 10:47 WIB Last Updated 2026-06-23T03:47:21Z

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menyampaikan orasi dalam Mimbar Bebas bertajuk “Indonesia Krisis” di depan Gerbang Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut menyoroti berbagai isu nasional dan daerah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lingkungan hidup, demokrasi, penanganan pascabencana di Aceh, hingga penyelesaian kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Foto/RumohAcehNews.
Lhokseumawe – Aliansi Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar aksi Mimbar Bebas bertajuk “Indonesia Krisis” di depan Gerbang Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah.


Aksi berlangsung dengan menampilkan beragam ekspresi seni dan intelektual, mulai dari orasi, pembacaan puisi, pertunjukan musik, hingga teater. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan kegelisahan mereka terhadap sejumlah isu yang dianggap mencerminkan krisis keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

Dalam pernyataan yang disampaikan selama aksi, mahasiswa menilai masih terdapat berbagai persoalan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan, di antaranya ketimpangan sosial, persoalan lingkungan, dinamika demokrasi, penanganan pascabencana, hingga penyelesaian kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang akademik yang terbuka bagi diskusi, kritik, dan penyampaian aspirasi secara konstruktif.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Mimbar bebas ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi secara damai dan terbuka,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

Salah satu isu yang mendapat sorotan dalam aksi tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa mempertanyakan efektivitas, transparansi, serta mekanisme pengawasan program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar tersebut.

Selain itu, Aliansi Mahasiswa Unimal juga menyatakan penolakan terhadap keterlibatan Universitas Malikussaleh dalam pengelolaan program tersebut. Menurut mereka, perguruan tinggi sebaiknya tetap fokus menjalankan fungsi utama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di bidang demokrasi dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa menyerukan pentingnya menjaga prinsip supremasi sipil serta memastikan ruang demokrasi tetap berjalan sesuai amanat reformasi.

Sementara di sektor lingkungan, mahasiswa menyoroti berbagai aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Mereka meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap kegiatan yang berdampak pada kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Aksi tersebut juga menyinggung penanganan pascabencana di Aceh. Mahasiswa berharap pemerintah mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang masih terdampak bencana serta memastikan pemulihan berjalan secara merata.

Selain itu, mahasiswa mendesak penyelesaian berbagai kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus secara transparan, adil, dan berpihak kepada korban. Mereka menilai perlindungan terhadap mahasiswa dan sivitas akademika harus menjadi prioritas setiap institusi pendidikan.

Menanggapi berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa, sejumlah pihak sebelumnya menyatakan bahwa kritik dan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Di sisi lain, pemerintah juga terus menegaskan komitmennya dalam menjalankan berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pendidikan, perlindungan lingkungan, serta penanganan berbagai persoalan sosial yang berkembang.

Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa berharap berbagai aspirasi yang disampaikan melalui mimbar bebas tersebut dapat menjadi bahan perhatian bagi pemerintah, pihak kampus, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aliansi Mahasiswa Unimal Gelar Mimbar Bebas “Indonesia Krisis”, Soroti Sejumlah Isu Nasional dan Daerah

Trending Now

Iklan