![]() |
| Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E.foto.dok//ist |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman generasi muda terhadap nilai strategis Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah, serta instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Program CBP Rupiah sendiri merupakan kampanye nasional yang mendorong masyarakat untuk mencintai, bangga, dan memahami Rupiah.
Dalam sambutannya, Husaini menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang secara konsisten melibatkan kalangan pelajar dalam berbagai kegiatan edukatif. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui penguatan literasi keuangan dan pemahaman terhadap peran Rupiah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Melalui kegiatan seperti ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat tentang pentingnya menjaga dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Prabu Dewanto, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A. Haris, perwakilan Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, unsur komite sekolah, serta Kepala SMA Modal Bangsa Arun.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, sebelumnya menyebutkan bahwa rangkaian CBP Championship 2026 diikuti puluhan pelajar SMA sederajat dari Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Kompetisi ini dirancang sebagai sarana edukasi yang mendorong peserta memahami karakteristik, fungsi, serta peran Rupiah dalam perekonomian nasional.
Pada grand final tersebut, para finalis terbaik yang telah lolos dari berbagai tahapan seleksi kembali berkompetisi untuk memperebutkan posisi juara. Selain lomba Ranking-1, Festival Karya Rupiah juga menampilkan berbagai hasil karya kreatif pelajar yang mengangkat tema literasi keuangan dan kecintaan terhadap Rupiah.
Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap edukasi mengenai CBP Rupiah dapat terus diperluas ke lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman generasi muda terhadap Rupiah, diharapkan lahir agen-agen edukasi yang mampu menularkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai dan martabat mata uang nasional.
Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan pendamping dari berbagai sekolah. Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dalam memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar.
.png)


.png)