Iklan

SPPG Seumirah Tegaskan Bukan Seluruh Makanan MBG Bermasalah, Hanya Ditemukan Satu Buah Salak Tidak Layak Konsumsi

Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 | 22:57 WIB Last Updated 2026-07-30T15:57:23Z
  
Surat pernyataan dan permohonan maaf resmi yang ditandatangani Kepala SPPG Seumirah, Muhammad Faujil Hajani, S.Pi, terkait temuan satu buah salak yang tidak layak konsumsi dalam distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Melalui surat tersebut, SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus menegaskan komitmen memperketat pengawasan kualitas bahan pangan.foto.ist
Aceh Utara – Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait ditemukannya buah salak dalam kondisi tidak layak konsumsi pada distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Yayasan Angkasa Jaya Bhakti bersama mitra menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi resmi kepada masyarakat, Kamis (30/7/2026).


Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui surat pernyataan bernomor 005/SPPG-S/VII/2026 yang ditandatangani Kepala SPPG Seumirah, Muhammad Faujil Hajani, S.Pi, pada Kamis (30/7/2026).

Dalam pernyataan resminya, pihak SPPG mengakui adanya kekhilafan dalam proses pengecekan akhir sehingga terdapat buah salak yang tidak layak konsumsi ikut terdistribusi kepada penerima manfaat. Namun, pihak pengelola menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan kondisi keseluruhan paket makanan yang dibagikan.

"Kejadian ditemukannya buah salak yang tidak layak konsumsi tersebut merupakan hal yang tidak kami harapkan sama sekali. Kami mengakui adanya kekhilafan dalam proses pengecekan akhir, dan hal ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk segera memperbaiki seluruh sistem pengawasan dan kualitas pelayanan," ujar Muhammad Faujil Hajani dalam surat pernyataannya.

Pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat dan masyarakat atas ketidaknyamanan maupun kekhawatiran yang muncul akibat insiden tersebut. Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius untuk meningkatkan kualitas pelayanan program MBG ke depan.

Selain menyampaikan permohonan maaf, SPPG Seumirah juga memberikan sejumlah klarifikasi terhadap informasi yang berkembang di media sosial maupun pemberitaan.

Pertama, pihak SPPG menjelaskan bahwa tanggapan yang sebelumnya disampaikan melalui kolom komentar media sosial merupakan respons cepat atas kekhawatiran masyarakat. Untuk menghindari kesalahpahaman, seluruh penjelasan kini dituangkan dalam pernyataan resmi yang lebih lengkap dan terukur.

Kedua, terkait standar operasional, SPPG mengakui masih terdapat ruang perbaikan pada proses penerimaan bahan baku, pemeriksaan kualitas, hingga pendistribusian makanan. Oleh karena itu, pengelola berkomitmen memperketat pengawasan di setiap tahapan, termasuk meningkatkan peran tim ahli gizi dan petugas pengendalian mutu agar seluruh bahan pangan yang disalurkan memenuhi standar keamanan pangan.

Ketiga, mengenai koordinasi dengan instansi terkait, SPPG Seumirah menyatakan telah memenuhi persyaratan operasional, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, komunikasi dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa terus dilakukan untuk memastikan operasional dapur berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah perbaikan, pihak SPPG juga memastikan proses penyortiran buah dan bahan pangan lainnya akan dilakukan secara lebih teliti dan selektif sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Dalam pernyataannya, pengelola turut mengajak masyarakat, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi mengawasi pelaksanaan program MBG. Apabila ditemukan bahan pangan yang diduga tidak layak konsumsi atau terdapat kekurangan dalam pelayanan, masyarakat diharapkan dapat segera mengonfirmasi langsung kepada pihak SPPG agar dapat segera dilakukan pengecekan dan penanganan.


"Hal ini bukan bermaksud membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat atau keluhan, melainkan upaya kami untuk segera melakukan pengecekan, mengambil tindakan yang diperlukan, serta memberikan penjelasan dan penyelesaian secara cepat, tepat, dan transparan. Kepercayaan masyarakat adalah hal paling utama bagi kami dalam menjalankan program ini," kata Muhammad Faujil Hajani.

SPPG Seumirah juga menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi insan pers untuk melakukan konfirmasi maupun memperoleh informasi secara langsung sebagai bagian dari komitmen terhadap keterbukaan informasi publik.

Sebelumnya, beredar di media sosial foto dan informasi mengenai ditemukannya buah salak yang diduga tidak layak konsumsi dalam salah satu distribusi Program Makanan Bergizi Gratis di wilayah layanan SPPG Seumirah. Menanggapi hal tersebut, pengelola menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf resmi tersebut, pihak SPPG berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis tetap terjaga, sembari terus melakukan pembenahan kualitas layanan demi memastikan seluruh makanan yang disalurkan memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SPPG Seumirah Tegaskan Bukan Seluruh Makanan MBG Bermasalah, Hanya Ditemukan Satu Buah Salak Tidak Layak Konsumsi

Trending Now

Iklan