Iklan

Wali Kota Lhokseumawe Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat, 268 Siswa Mulai Pendidikan Gratis Berkualitas

Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 | 17:31 WIB Last Updated 2026-07-31T10:31:10Z

 

Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar bersama Ketua TP PKK Ny. Yulinda Sayuti dan para tamu undangan melepaskan burung merpati sebagai simbol dimulainya MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jeulikat, yang diikuti 268 siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.foto.ist

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 268 siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Jumat (31/7/2026). Pembukaan MPLS menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto.


Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dengan penyematan tanda peserta MPLS kepada perwakilan siswa dan pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan, semangat, dan kebebasan meraih cita-cita. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Lhokseumawe Ny. Yulinda Sayuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Yuswardi, S.K.M., M.S.M., Kepala Sekolah SR Terintegrasi 2, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Taruna Putra Satya, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Pembukaan MPLS dilakukan sehari setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat di Lhokseumawe. Dalam kunjungannya pada Kamis (30/7/2026), Menteri PU memastikan seluruh sarana dan prasarana sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 8,4 hektare tersebut telah siap digunakan untuk menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memuliakan anak-anak Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas dan sepenuhnya gratis," ujar Sayuti.

Ia mengungkapkan, Kota Lhokseumawe patut bersyukur karena menjadi salah satu daerah di Aceh yang dipercaya memiliki Sekolah Rakyat. Menurutnya, tidak semua kabupaten dan kota di provinsi tersebut memperoleh fasilitas pendidikan serupa.

"Lhokseumawe harus bersyukur memiliki Sekolah Rakyat, karena tidak semua kabupaten di Aceh memiliki sekolah ini. Semua kebutuhan belajar, tempat tinggal, hingga konsumsi disediakan secara gratis. Karena itu, anak-anak harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh," katanya.

Sayuti juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama dan tidak mudah menyerah selama menjalani proses pendidikan.

"Jangan sesekali minta pulang. Semua sudah disediakan di sekolah ini. Fokuslah belajar agar kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa," pesannya.


Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyediakan layanan pendidikan, pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik tanpa dipungut biaya. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Di penghujung acara, seluruh peserta MPLS bersama para tamu undangan mengikuti secara virtual pidato Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, melalui sambungan Zoom. Dalam arahannya, Menteri Sosial menyampaikan pesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik serta menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dapat menjadi salah satu model pendidikan inklusif yang mampu membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wali Kota Lhokseumawe Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat, 268 Siswa Mulai Pendidikan Gratis Berkualitas

Trending Now

Iklan