Tarian yang ditampilkan di hadapan Wali Kota Lhokseumawe tersebut mengangkat pesan tentang persaudaraan, kedamaian dan kebersamaan. Para siswa tampil percaya diri dan kompak, menunjukkan hasil latihan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang mereka ikuti di sekolah.
Kepala SD Negeri 2 Muara Dua Eka Syafrida, S.Pd., M.Pd.menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberanian serta penampilan para siswa. Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan pejabat daerah menjadi pengalaman positif bagi anak didik untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya.
“Ini menjadi kebanggaan dan apresiasi kami kepada siswa yang telah tampil percaya diri di depan pejabat daerah. Tari Persaudaraan juga sukses menyampaikan pesan damai dan kolaborasi sesama,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seni di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan bakat siswa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jiwa persatuan dan semangat kebersamaan sejak usia dini.
“Semangat kebersamaan antarsiswa semakin kuat. Kami berharap budaya lokal Aceh terus dilestarikan sejak dini dan siswa semakin giat berlatih serta mampu meraih prestasi pada masa depan,” katanya.
Juara FLS3N Tingkat Provinsi Aceh
Prestasi siswa SD Negeri 2 Muara Dua di bidang seni tari juga menunjukkan perkembangan positif. Para siswa berlatih melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari di Sanggar Putri Nahrisyah.
Kegiatan tersebut telah mengantarkan mereka meraih Juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 dan selanjutnya bersiap menuju tingkat nasional.
Capaian itu menjadi salah satu modal bagi sekolah untuk terus mengembangkan pembinaan seni dan budaya. Pihak sekolah berharap dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler seni dapat semakin diperkuat sehingga potensi siswa dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami berharap ke depan kami bisa lebih baik lagi dalam membina anak didik untuk membawa harum nama Kota Lhokseumawe di tingkat nasional. Mohon doa untuk keluarga besar SD Negeri 2 Muara Dua Kota Lhokseumawe,” ungkapnya.
Pihak sekolah menilai pelestarian budaya daerah melalui pendidikan perlu dilakukan secara konsisten. Selain menjaga keberadaan seni tradisional Aceh, kegiatan tersebut dinilai dapat membentuk karakter siswa melalui nilai kerja sama, disiplin, tanggung jawab dan rasa percaya diri.
Dengan prestasi yang telah diraih dan pengalaman tampil dalam berbagai kegiatan, SD Negeri 2 Muara Dua berharap para siswa terus memperoleh ruang untuk berkarya. Sekolah juga berkomitmen melanjutkan pembinaan agar seni budaya tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi turut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berprestasi dan mencintai budaya daerah.


