![]() |
| Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, memberikan sambutan pada Lomba Masak Ikan Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026.foto.dok.rumohacehnews. |
ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menggelar Lomba Masak Ikan Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 27 kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi ikan dan memperkuat pemenuhan gizi keluarga.
Lomba tahun ini mengusung tema “Inovasi Menu Ikan untuk Generasi Emas Aceh Utara yang Sehat dan Bebas Stunting”. Para peserta ditantang mengolah ikan menjadi beragam menu yang sehat, bergizi, menarik, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua TP-PKK Ny. Musliana Ismail sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Aceh Utara mengatakan, daerah tersebut memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar. Letak Aceh Utara yang berada di kawasan pesisir membuat masyarakat relatif mudah memperoleh ikan segar sebagai sumber protein hewani.
Menurutnya, potensi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan keluarga dalam mengolah ikan menjadi makanan yang lezat dan disukai, terutama oleh anak-anak.
“Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat baik. Tugas kita adalah mengolah ikan segar menjadi menu yang nikmat, sehat, dan menarik bagi keluarga,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menegaskan, lomba tersebut tidak semata-mata menjadi agenda tahunan atau ajang mencari pemenang. Kegiatan itu diharapkan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kecamatan masing-masing.
Perwakilan dari 27 kecamatan juga diharapkan menjadi penggerak kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat. Melalui gerakan tersebut, TP-PKK ingin berkontribusi dalam mempersiapkan generasi Aceh Utara yang sehat, cerdas, berkualitas, serta terbebas dari persoalan stunting.
Ketua TP-PKK turut mengajak seluruh pengurus di tingkat kabupaten hingga kecamatan untuk bergerak bersama mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga. Sebagai mitra pemerintah, TP-PKK dinilai mempunyai posisi strategis dalam menyampaikan edukasi tentang pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggali kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan daerah menjadi produk pangan bernilai tambah.
Menu hasil kreasi peserta diharapkan tidak hanya dapat disajikan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemkab Aceh Utara juga membuka peluang pendampingan bagi kelompok masyarakat yang memiliki usaha atau kegiatan pengolahan hasil perikanan di kecamatan. Usulan pendampingan dapat disampaikan melalui pemerintah kecamatan untuk diteruskan kepada instansi terkait.
Dewan juri diminta memberikan penilaian secara objektif sekaligus menyampaikan masukan kepada para peserta. Evaluasi tersebut penting agar peserta dapat memperbaiki cita rasa, kandungan gizi, kebersihan, serta penyajian menu hasil olahan ikan.
Melalui lomba ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin kreatif mengolah ikan dan menjadikannya bagian penting dari menu keluarga. Peningkatan konsumsi ikan juga diharapkan mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Utara.
Hal itu disampaikan Kepala DKP Aceh Utara Syarifuddin, ST dalam sambutannya pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Tim Penggerak PKK dari sejumlah kecamatan serta dinilai oleh dewan juri yang berkompeten.
Kepala DKP Aceh Utara mengatakan, lomba masak serba ikan merupakan agenda tahunan yang terlaksana berkat kerja sama pemerintah daerah, TP-PKK, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), serta berbagai unsur terkait.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, perlombaan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang kreativitas bagi peserta dalam mengolah potensi hasil laut dan perikanan Aceh Utara menjadi menu keluarga yang bernilai gizi tinggi.
Ia menilai, pola penyajian menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan. Menu berbahan ikan perlu diolah secara kreatif agar memiliki cita rasa yang lezat sekaligus tampilan menarik bagi anak-anak.
“Ikan mengandung protein yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, masyarakat perlu terus didorong agar menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari,” katanya.
Peningkatan konsumsi ikan, lanjutnya, juga menjadi salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga serta mencegah gangguan pertumbuhan, termasuk stunting pada anak.
DKP Aceh Utara turut membuka ruang pendampingan bagi kelompok masyarakat maupun pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di setiap kecamatan. Kelompok yang membutuhkan pembinaan dan pengembangan usaha dapat berkoordinasi melalui pemerintah kecamatan dan instansi terkait.
“Kami ingin pemerintah hadir memberikan pendampingan dan mendorong usaha masyarakat agar berkembang. Produk yang dihasilkan diharapkan tidak hanya dikonsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar,” jelasnya.
Kepala DKP juga meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif, sekaligus menyampaikan masukan yang membangun kepada seluruh peserta. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh nilai, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, DKP Aceh Utara berharap lahir beragam inovasi menu berbahan ikan yang sehat, lezat, bergizi, serta digemari masyarakat. Upaya itu diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi Aceh Utara yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
.png)


.png)