![]() |
| Jalan Menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Blang mangat Lhokseumawe mengalami rusak parah dan telah bertahun tahun belum kunjung diperbaiki.Dok//sp |
“Padahal jalan tersebut merupakan akses satu satunya bagi peserta didik untuk ke sekolah, jika musim hujan, siswa pejalan kaki sangat kesulitan, karena jalan becek dan berair,”
“Kadang kami jatuh, kadang sepatu tenggelam di lumpur,” tutur seorang murid dengan nada lirih sambil memperlihatkan bagian bawah seragamnya yang basah dan kotor.
Guru-guru yang datang dengan tekad mengajar pun mengalami nasib serupa. Banyak yang harus mendorong motor, menepikan kendaraan karena ban terperosok, bahkan ada yang terpaksa berjalan kaki karena jalan tak memungkinkan untuk dilewati. Namun semangat mengajar tak pernah padam—pendidikan, bagi mereka, tak bisa menunggu jalan kering atau cuaca membaik.
Kondisi jalan rusak ini juga memukul kehidupan warga Gampong Alue Lim yang menggantungkan hidup pada pertanian. Para petani mengeluhkan sulitnya mengeluarkan hasil panen akibat akses yang nyaris putus setiap kali hujan turun.
“Kalau hujan semalam saja, kami sudah tak bisa lewat. Panen menumpuk, truk tak bisa masuk, motor pun sering tersangkut,” keluh seorang petani yang sudah bertahun-tahun berharap ada perbaikan.
Keluhan warga, guru, dan murid akhirnya bermuara pada satu harapan yang sama: agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab akses itu bukan sekadar jalur menuju sekolah atau lahan pertanian, tetapi juga penghubung antara mimpi anak-anak, kerja keras petani, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.
Di jalan inilah ketabahan warga ditempa. Di jalan inilah pendidikan diuji. Dan di jalan inilah pemerintah diharapkan hadir—bukan dengan janji, tetapi dengan tindakan nyata demi kesejahteraan masyarakat.
Kepala sekolah smp 16 zarkasyi yang berhasil di hubungi melalui sambungan telpon mengatakan.Kami memohon perhatian dari pemerintah untuk membangun jalan tersebut karena kondisinya saat hujan sangan memprihatikan susah untuk dilalui oleh pihak sekolah maupun masyarakat



