Iklan

Bupati aceh utara memperpanjang masa tangap darurat.hingga 7 hari ke depan Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah sajadah, mukena, sarung, tenda

Syahrial
Selasa, 23 Desember 2025 | 09:51 WIB Last Updated 2025-12-23T02:54:57Z

    
Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat .foto//dok//istimewa


Aceh Utara--22 Desember 2025--Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara menyepakati perpanjangan masa tanggap darurat bencana selama sepekan ke depan, mulai 23-29 Desember 2025.

Saat ini, kebutuhan mendesak di pengungsian adalah perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah dan sarung. Sementara, untuk bahan pangan dinilai sudah memadahi. 

Keputusan perpanjangan masa tanggap darurat tersebut diambil dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin (22/12). Rapat ini juga dihadiri Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat selaku penanggung jawab untuk Kabupaten Aceh Utara.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menekankan agar seluruh pihak bekerja keras dalam pembagian bahan pangan.


“Kita kerja keras. Pembagian bahan pangan, per paket per kepala keluarga. Camat harus kontrol betul, jangan ada desa yang tidak kebagian. Jangan ada rakyat yang mengeluh tidak ada bantuan,” tegas Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil.

Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah Ia menginstruksikan para camat wajib memonitoring seluruh kepala desa setiap hari terkait suplai bahan pangan.


Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah Ia menginstruksikan para camat wajib memonitoring seluruh kepala desa setiap hari terkait suplai bahan pangan.
Sejauh pantauannya, kebutuhan sarana ibadah paling mendesak.


“Ke mana-mana saya datang diminta sajadah, mukena, sarung, tenda. Logistik kita mencukupi sementara waktu,” katanya. Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyebutkan hal yang sama. Saat ini perlengkapan ibadah memang dibutuhkan warga.


Sementara untuk bahan pangan menurutnya saat ini sudah memadahi. “Kebutuhan sekarang sarana ibadah, mukena, sarung. Bahan pangan sudah memadai. Ditambah upaya pemulihan secepatnya harus kita lakukan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025. Aceh Utara menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, dan seluruh fasilitas umum lumpuh.

Selama 26 hari berkeliling kampung di Kabupaten Aceh Utara, pascabanjir pada 26 November 2025. Dia mengatakan, khusus untuk jalan utama dan lintas utama, mayoritas korban banjir telah mendapat bantuan bahkan dalam jumlah lebih. Sebab, relawan mengakses lokasi jalan utama.

Sementara itu, di daerah pedalaman minim bantuan. Oleh karena itu, dia menyebut, butuh perhatian khusus dari para camat untuk memastikan semua desa mendapatkan bantuan. “Pro aktif, kerja keras. Saya keliling dari pagi hingga malam hari, saya tahu persis cerita masyarakat. Saya lihat kerusakannya, bukan saya besar-besarkan, ini memang kerusakannya besar,


” Ayahwa ini dalam dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin (22/12).Ayahwa mencontohkan, di Kecamatan Baktiya, di Pucok Alue, Gelumpang Payong, Gelumpang Samlako, Jambo Reuloh, Desa Birah, seluruh desa itu mengalami kerusakan yang dahsyat.

Dia lantas menginstruksikan agar bantuan bahan pangan dari pemerintah daerah dibagi per paket satu kepala keluarga (KK). Lalu, seluruh kepala keluarga harus menerima sesuai data yang diberikan kepala desa. “Misalnya desa itu terdampak 200 kepala keluarga, ya 200 paket. Fokus kita penerima adalah korban banjir, dan itu hak mereka. Jangan ada cerita kekurangan bantuan bahan pangan,” katanya menegaskan.

Dia menyebutkan, yang viral di media massa hanya Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang. Padahal, kecamatan lainnya juga dahsyat kerusakannya. “Kita semua bahu membahu, memastikan semua bantuan tiba di tangan masyarakat. Harap berkoordinasi terus lintas instansi, TNI/Polri/Jaksa dan camat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat sebagai penanggungjawab untuk Kabupaten Aceh Utara.
Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada (26/11). Aceh Utara menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, seluruh fasilitas umum lumpuh.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati aceh utara memperpanjang masa tangap darurat.hingga 7 hari ke depan Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah sajadah, mukena, sarung, tenda

Trending Now

Iklan