Iklan

PASE Fest 2026 Digelar di Lhokseumawe, BI Dorong UMKM Bangkit di Bulan Ramadhan

Syahrial
Jumat, 06 Maret 2026 | 12:00 WIB Last Updated 2026-03-06T05:00:45Z

   

foto.prabu dewanto.dok/Rumohacehnews.


Lhokseumawe — 5 Maret 2026--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menggelar temu media bersama wartawan lokal untuk menyampaikan pelaksanaan Pekan Akselerasi dan Sinergi Ekonomi Syariah Festival (PASE Fest) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari Strategic Regional Program (SRP) Bank Indonesia tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Bank Indonesia menjelaskan bahwa bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah sebelumnya tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

“Bencana yang terjadi tidak hanya merusak fasilitas fisik, tetapi juga sempat menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pemulihan ekonomi perlu dilakukan secara terarah dengan menghidupkan kembali aktivitas UMKM, menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi transaksi, serta meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah,” ujar perwakilan KPwBI Lhokseumawe dalam paparannya.

PASE Fest 2026 mengusung tema “Ramadhan: Momentum Bangkit Bersama dalam Bingkai Ekonomi Syariah.” Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota dalam wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe, dengan puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Maret 2026 di Lhokseumawe.

Pemilihan Kota Lhokseumawe sebagai lokasi utama kegiatan dinilai tepat karena daerah tersebut menunjukkan tren pemulihan ekonomi yang cukup progresif. Selain itu, kota ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi kebangkitan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Dalam rangkaian kegiatan utama, panitia akan menghadirkan Bazaar UMKM yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan omzet pelaku usaha, memperluas akses pasar, memperkuat halal value chain, serta mendorong transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran digital QRIS. Bahkan, panitia menyiapkan kupon diskon bagi 500 pengunjung pertama yang melakukan registrasi menggunakan QRIS senilai Rp1 di meja registrasi.

Selain bazar, berbagai perlombaan edukatif juga akan digelar untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Lomba tersebut meliputi Olimpiade Ekonomi Syariah, Dakwah Ekonomi Syariah, lomba mewarnai, hafalan surat pendek, adzan, dai cilik, konten reels, hingga tajhiz mayyit.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai program edukasi dan sosialisasi dari Bank Indonesia seperti penggunaan QRIS, kampanye Inflasi dan Belanja Bijak, perlindungan konsumen melalui program PEKA, serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP).

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang Rupiah guna memastikan ketersediaan uang layak edar. Selain itu, akan digelar pasar murah untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Menariknya, PASE Fest 2026 juga dikolaborasikan dengan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini menyediakan layanan penukaran uang di 10 kabupaten/kota dengan total 280 titik layanan PINTAR, yang terdiri dari 44 kegiatan di masjid serta 236 layanan di loket perbankan.

KPwBI Lhokseumawe menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp2,3 triliun, meningkat sekitar 4,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara paket penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per penukar, atau naik sekitar 23 persen dibandingkan tahun 2025.

Selain kegiatan utama di Lhokseumawe, sejumlah event pendukung juga akan digelar di beberapa daerah lain dalam wilayah kerja Bank Indonesia, yakni pada 10 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Timur, 11 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, serta 12 Maret 2026 di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut akan difokuskan pada edukasi program Bank Indonesia, pasar murah, serta layanan penukaran uang Rupiah.

Melalui kolaborasi antara otoritas, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, PASE Fest 2026 diharapkan mampu menumbuhkan optimisme ekonomi, menjaga stabilitas harga, serta mempercepat kebangkitan ekonomi daerah dalam semangat Ramadhan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PASE Fest 2026 Digelar di Lhokseumawe, BI Dorong UMKM Bangkit di Bulan Ramadhan

Trending Now

Iklan