
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62,.foto.dok//rumohacehnews
Lhokseumawe--Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut mencerminkan upaya pembinaan berkelanjutan, kepedulian sosial, serta komitmen mendorong perubahan positif bagi warga binaan.
Peringatan ini menjadi bagian dari agenda nasional yang setiap tahun diperingati oleh jajaran pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Momentum ini menegaskan peran lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai pusat pembinaan untuk mempersiapkan reintegrasi sosial.
Di Lhokseumawe, rangkaian kegiatan diawali dengan bakti sosial berupa gotong royong membersihkan Masjid Nurul Yaqin di Gampong Ujong Blang. Kegiatan tersebut melibatkan petugas dan warga binaan, serta mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Selain menjaga kebersihan lingkungan ibadah, kegiatan ini dinilai memperkuat hubungan sosial antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di lingkungan lapas yang diikuti seluruh pegawai dan warga binaan. Pihak lapas menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan karakter, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam rangka memeriahkan peringatan, pihak lapas juga menggelar pekan olahraga dan seni. Berbagai lomba seperti bola voli, domino, karaoke, dan dakwah diselenggarakan untuk meningkatkan kebugaran fisik serta memperkuat mental dan spiritual warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan dalam suasana kompetitif yang sehat.
Sebagai puncak acara, digelar tasyakuran yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada keluarga warga binaan. Bantuan tersebut berupa gerobak usaha dan paket sembako. Menurut pihak lapas, bantuan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga, sekaligus bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Sejumlah pengamat pemasyarakatan menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan. Namun demikian, mereka juga menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan agar program pembinaan benar-benar berdampak pada penurunan angka residivisme dan peningkatan kualitas reintegrasi sosial.
Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam jangka panjang.


