Iklan

122 siswa sd 11 banda sakti gagal menikmati makana bergizi gratis.

Syahrial
Kamis, 13 November 2025 | 21:26 WIB Last Updated 2025-11-13T14:26:37Z
122 siswa SD Negeri 11 Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, gagal menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG).ilustrasi


Lhokseumawe, Sebanyak 122 siswa SD Negeri 11 Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, gagal menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG) akibat keterlambatan pengantaran dari pihak penyedia. Insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya manajemen distribusi program tersebut.


Kepala Sekolah SDN 11 Banda Sakti, Siti Aminah, mengatakan pengantaran MBG yang biasanya tiba pukul 09.00 WIB baru datang sekitar pukul 10.45 WIB. Akibatnya, sebagian siswa kelas 1 dan 2 yang pulang lebih awal tidak sempat menerima jatah makanan.


“Sebagian siswa kelas 1 dan 2 sudah pulang pukul 10.00. Pihak dapur beralasan mobil operasional terkendala di lapangan saat mengantar MBG ke salah satu TK di Uteun Bayi,” ujar Siti Aminah kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).


Ia menjelaskan, total siswa penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 513 porsi, 5  lima rombongan belajar (rombel) diantaranya pulang lebih awal.


Menurutnya, keterlambatan pengantaran MBG bukan kali pertama terjadi. “Sudah dua kali kami alami keterlambatan. Bahkan bulan lalu lebih parah, terjadi pada hari Jumat, MBG baru diantar pukul 12.30 siang saat semua siswa sudah pulang. Waktu itu kami menolak menerimanya karena tidak sesuai jadwal,” ungkapnya.


Siti Aminah menyesalkan kelalaian tersebut, mengingat dapur penyedia MBG hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolah.


“Jaraknya sangat dekat. Kalau pun mobil operasional terkendala, seharusnya bisa diantar dengan becak. Anak-anak jadi tidak kebagian makan hanya karena alasan sepele,” tegasnya.


Ia meminta Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi dan menertibkan manajemen distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.


“Kasihan anak-anak, mereka seharusnya menikmati MBG sebagai tambahan gizi, tapi malah tidak dapat karena telat diantar,” tuturnya.


Siti Aminah menegaskan, bila keterlambatan kembali terjadi, pihak sekolah akan mempertimbangkan untuk memutus kerja sama dengan dapur penyedia.


“Jika kejadian ini terulang lagi, kami akan mencari dapur lain yang lebih profesional,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 122 siswa sd 11 banda sakti gagal menikmati makana bergizi gratis.

Trending Now

Iklan