Iklan

Ketua Tim Pembina Posyandu Lhokseumawe Dorong Percepatan Implementasi 6 SPM, Ini Tantangan di Lapangan

Syahrial
Kamis, 30 April 2026 | 10:32 WIB Last Updated 2026-04-30T03:32:41Z

 

 Yulinda Sayuti, mendorong percepatan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).foto.dok//ist

Lhokseumawe,  — Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, mendorong percepatan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh posyandu sebagai upaya memperkuat layanan dasar masyarakat hingga tingkat gampong.Selasa.(29/4/2026)


Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang dipusatkan di Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (29/4). Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, serta sejumlah unsur pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.

Acara yang mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)” dibuka oleh Ketua Umum Pembina Posyandu Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar berbasis masyarakat.

Dalam keterangannya, Yulinda menyebut percepatan implementasi enam SPM menjadi langkah strategis agar layanan posyandu semakin optimal dan merata. “Percepatan ini harus menjadi fokus bersama agar manfaat layanan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi posyandu tidak hanya soal penambahan fungsi, tetapi juga penguatan integrasi lintas sektor agar mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara lebih menyeluruh.

Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu kini diarahkan untuk mengintegrasikan enam bidang layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Skema ini diharapkan menghadirkan pelayanan yang lebih komprehensif dalam satu titik layanan.


Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi catatan. Beberapa kader posyandu di lapangan mengakui perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan sarana-prasarana, serta koordinasi lintas sektor agar implementasi enam SPM dapat berjalan optimal. Selain itu, pemerataan kualitas layanan antarposyandu juga dinilai masih perlu perhatian.

Data pemerintah daerah mencatat, saat ini terdapat sekitar 100 posyandu yang tersebar di 68 gampong di Kota Lhokseumawe. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar dalam memperkuat layanan berbasis masyarakat, sekaligus menuntut kesiapan sistem dalam mendukung transformasi yang tengah berjalan.

Pemerintah Kota Lhokseumawe menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat peran posyandu melalui pembinaan, pendampingan kader, serta sinergi dengan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penerapan enam SPM sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.







Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua Tim Pembina Posyandu Lhokseumawe Dorong Percepatan Implementasi 6 SPM, Ini Tantangan di Lapangan

Trending Now

Iklan