Lhokseumawe – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe menggelar prosesi peusijuk (tepung tawar) gedung baru di kawasan Puenteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama menjelang dimulainya operasional lapas baru yang direncanakan pada Agustus 2026.
Prosesi peusijuk dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, Bc.IP., S.Sos., M.H., dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Acara berlangsung khidmat dengan mengusung tradisi masyarakat Aceh yang sarat makna sebagai bentuk permohonan keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam pemanfaatan gedung baru sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan.
Dalam sambutannya, Wahyu Prasetyo mengatakan bahwa pelaksanaan peusijuk bukan sekadar tradisi, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas selesainya pembangunan gedung baru, sekaligus ikhtiar memohon ridha-Nya agar seluruh tahapan operasional dapat berjalan dengan aman dan lancar.
"Melalui prosesi peusijuk ini kami memohon doa dan keberkahan agar Lapas baru di Puenteut dapat segera beroperasi dengan baik, memberikan pelayanan pemasyarakatan yang optimal, serta menjadi tempat pembinaan yang membawa manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat," ujar Wahyu Prasetyo.
Ia menambahkan, keberadaan gedung baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan melalui fasilitas yang lebih representatif, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih baik bagi warga binaan.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung terus dimatangkan menjelang operasional lapas yang dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Seluruh jajaran juga berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pelayanan, keamanan, dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Prosesi peusijuk turut menjadi momentum mempererat kebersamaan dan semangat seluruh pegawai dalam menyongsong babak baru pelayanan pemasyarakatan di Kota Lhokseumawe. Doa bersama yang dipanjatkan diharapkan membawa keberkahan sehingga proses perpindahan dan operasional gedung baru dapat berlangsung tanpa kendala.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe semakin memantapkan kesiapan menuju operasional gedung baru di Puenteut. Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan, memperkuat program pembinaan warga binaan, serta memberikan kontribusi positif bagi sistem pemasyarakatan di wilayah Lhokseumawe.


