![]() |
| Pemerintah Kota Lhokseumawe akhirnya kembali menggelar apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) perdana tahun 2026,foto//Rumohacehnews |
Lhokseumawe – 30 Maret 2026--Pemerintah Kota Lhokseumawe akhirnya kembali menggelar apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) perdana tahun 2026, Senin (30/02/2026), di Lapangan Hiraq. Apel ini menjadi yang pertama setelah lebih dari enam bulan vakum akibat fokus pemerintah pada penanganan bencana.
Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, yang dalam amanatnya tidak hanya menyampaikan ucapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, tetapi juga melontarkan kritik keras terhadap kinerja aparatur.
“Hari ini kita masih dalam suasana Lebaran, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Lhokseumawe mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Sayuti.
Namun suasana hangat itu tak berlangsung lama. Wali Kota secara terbuka menilai belum ada perubahan signifikan dalam pola kerja ASN, meski dirinya telah lebih dari satu tahun menjabat.
“Saya lihat belum ada perubahan signifikan perilaku ASN. Masih banyak yang bekerja dengan pola lama. Saya pastikan semua akan dievaluasi dan dieksekusi,” tegasnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada persoalan disiplin, termasuk ASN dan PPPK yang dinilai hanya “hadir di atas kertas” tanpa kehadiran nyata di kantor. Sayuti menegaskan praktik semacam itu tidak akan lagi ditoleransi, bahkan bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan pimpinan.
“Saya butuh orang yang berintegritas dan profesional. Jangan hanya absen, tapi orangnya tidak ada. Jangan juga sekadar rutinitas tanpa hasil,” katanya.
Selain isu disiplin, Wali Kota turut menyinggung stagnasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum mengalami perkembangan berarti selama bertahun-tahun. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai indikasi belum optimalnya pengelolaan potensi daerah.
Dalam upaya pembenahan, Pemerintah Kota membuka peluang bagi ASN yang dinilai kompeten dan inovatif untuk mengisi jabatan kosong di berbagai level, mulai dari eselon II hingga IV. Sayuti menegaskan proses pengisian jabatan akan dilakukan secara lebih transparan dan berbasis merit.
Ia juga mengingatkan kembali posisi ASN sebagai pelayan masyarakat, bukan pihak yang harus dilayani. Peringatan keras turut ditujukan kepada pimpinan perangkat daerah yang dianggap gagal membina bawahannya, termasuk dalam menjaga disiplin dan kebersihan lingkungan kerja.
“ASN itu pelayan masyarakat, bukan raja. Jika pimpinan tidak mampu membina, akan kita tindak,” ujarnya.
Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh aparatur untuk bekerja lebih serius dan bertanggung jawab demi mendorong kemajuan Kota Lhokseumawe yang lebih baik ke depan.



